This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

The Hunger Games 32x32 Logo

Kamis, 28 April 2016

Pacaran? Not For Me!!

Assalamualaikum warahmatullah..
Disini ana mau nge-share sedikit tentang sesuatu yang berbau pacaran.
Apa itu kerugiannya, dan yang lainnya.
Alhamdulillah, kalau ana sendiri gak pernah sih sama yang namanya 'berpacaran' hehe
oke, langsung aja deh ya, mangga dibaca sampe akhir :)

Wanita Sholihah itu GAK PACARAN

Nih yaah..

Pacaran itu main-main, tiap romantisnya itu bawa dosa.
Nikah itu serius, tiap romantisnya justru menambah cinta dan pahala.
Jadi, udah jelas kan?
Perempuan bijak pasti gak mau dibuat mainan.
Perempuan shalihah pasti takut dosa.

Pacaran (hubungan haram tanpa akad nikah) adalah JALAN TOL menuju PRAKTEK ZINA.

Biar makin jelas, ada kok larangannya didalam al-Qur’an QS.Al-Israa’ ayat 32, Isinya gini..

 “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

Nah loh, MENDEKATI nya saja sudah dilarang, apalagi benar-benar BERZINA !

Terus, emang bakal dapet keuntungan apa gitu dari berpacaran?
Dapet perhatian dari pacar?
Jadi lebih semangat belajar?

Aduh! Tepok jidat yang ada . Adanya juga malah rugi. Leres teu? yaudah deh ana sebutin aja yaa beberapa kerugian dari berpacaran, cekidot ;D

5 Kerugian Berpacaran (actually, masih banyak sih)

1. Dosanya nambah terus, hartanya kurang terus. Dewasa hanya dalam adegan, bukan fikiran. #Duduh..
2. Ajang menunjukkan kelebihan dan mengobral kesucian. Kalo sudah zina, lakinya seneng, wanitanya susah. Rugi banget kan buat para wanita
3. Memberi cinta pada orang yang belum tentu jodohnya. Kalau udah ditinggal, suaminya kelak dapat sisa.
4. Tak ada kata cinta dalam pacaran, tapi nafsu. Hanya mau sehidup semati, bukan sehidup sesurga.
5. Dilarang Allah, tapi malah nurutin setan. Islam mengajarkan untuk menikah, bukan pacaran

Giliran pacar sakit diperhatiin "beib.. udah periksa ke dokter belum? cepet semuh yaa beiiibb"
tapi kalau Ibu sakit dicuekin "mamah beli puyer aja deh di warung sebelah yak"
Giliran pacar belum makan diperhatiin "dah makan belum beib? makan ya beib biar ga atit"
tapi kalau ibu belum makan dicuekin ". . . . . . . " (kagak pernah nanyain pokonya dah)

Parah banget yah.. padahal ibu itu yang sudah mengurus kita dari kita dalam kandungannya sampai sudah sebesar ini, tapi justru dia malah lebih perhatian ke pacarnya yang mungkin baru kenal daripada ke ibunya yang sudah bertahun-tahun bersama, ckck naudzubillah.. semoga kita tidak termasuk dalam kategori orang seperti itu yah

Ekhem, ana mau kasih tau sesuatu lagi nih..

Muslimah yang cerdas itu
menolak dipacari
tapi bersedia dinikahi
oleh lelaki yang sholeh dan cocok dengannya tentunya

Nb: lelaki sholeh tentu tidak akan mengajak muslimah untuk berpacaran.

Nihnihnih..
Ada seorang Gadis bertanya kepada Ustadz :
"Ustadz, bisakah aku dapatkan seorang pacar yang shalih?"
Jawab Ustadz : "Kamu gak mungkin bisa mendapatkannya."
Sahut Gadis : "Kok bisa?!!"
Ustadz berkata : "Karena lelaki yang shalih itu gak mungkin pacaran, jadi mustahil kamu dapat pacar yang shalih."

Yailaah.. berharap punya pacar yang sholih?? Afwan nih sebelumnya.. that’s impossible if you wanna have a sholih boyfriend :p Lelaki yang sholih GAK MUNGKIN mengajak wanita untuk berpacaran , dan tentunya wanita yang sholihah pasti menolak untuk diajak berpacaran.
 
Wahai Ukhtii,,

LELAKI YANG BENAR MENCINTAIMU MAKA DIA TIDAK AKAN MERUSAKMU . . . ! !

Dia tidak akan MENYENTUHMU sebelum menikah denganmu
Dia tidak akan MEMANGGILMU SAYANG sebelum menikah denganmu
Dia tidak akan MENGAJAKMU PACARAN sebelum menikah denganmu
Dia tidak akan MENGAJAKMU BERDUAAN sebelum menikah denganmu
Dia tidak akan MELIHAT AURATMU sebelum menikah denganmu
Dia tidak akan MENGAJAKMU BERBUAT MAKSIAT DAN HAL SIA-SIA
Daaaaaaaaaann…
Dia takkan menyebabkanmu LALAI dari MENJADI HAMBA ALLAH YANG BAIK

Katakan ini kepada ayahmu wahai ukhti..
Ayah.. Jangan nikahkan aku dengan lelaki yang gemar bermaksiat
Ayah.. Tolaklah pinangan kepadaku dari pemuda yang tidak menjaga sholatnya
Ayah.. Jangan restui kedatangan pemuda dirumah ini yang mengajakku keluar sebelum dia halal bagiku
Ayah.. Jangan segan menolak jika engkau tidak meridhoi agamanya

Ana ingetin buat ukhti-ukhti nih..

Jangan pernah deh mencintai lelaki yang tidak mencintai Allah, Jika Allah saja ia tinggalkan, apalagi hanya dirimu. Ya kan?  
kalo ada yang bilang "iiih.. tapi dia ganteng bangeet"
Iya, iyaaa.. ana tau semua wanita di dunia ini pasti suka sama laki-laki yang ganteng/tampan

Tapii.. tampan itu berdurasi wahai ukhti..
Hanya yang mencintai al-Qur’an lah yang menyejukkan hati
Eaaak xD


Oke ana kasih satu quotes buat teman-teman muslimah nih,

When you stop for searching a Prince
and make Allah the King of your heart,
He will help you complete your 'fairytale'
Insya Allah..
Keokeh??

Author: Student Of SMA Al-Aziz Islamic Boarding School

Sabtu, 16 April 2016

Akhwat True

Not true akhwat views of beauty in appearance, But of beauty heart behind them ...

Akhwat True ...
Not visible from dazzling shape ... But the extent to which he managed to close his
Akhwat True ...
Not visible from so many she does good ... But of sincerity gives the favor ...
Akhwat True ...
Not seen from how wonderful chanting voice ... But from what is often her mouth talking about ...
Akhwat True ...
Not seen from speaking expertise... But from how to talk ...
Akhwat True ...
Not seen on the courage to dress ... But on the extent to which she maintains her dignity ...
Akhwat True ...
Not visible from the road worries tempted ... But worries her that people be tempted ...
Akhwat True ...
Not seen of how much and lived big test ... But the extent to which she is faced with a test of patience ...
Akhwat True ...
Not visible from associating supelnya nature ... But the extent to which she is keeping her honor in the mix ...

About one real Female figure

                                                             SHOHABIYAH AL-KHONSA 
 
 
Empat putera Khansa yang gugur menyongsong syahadah..
Siapakah gerangan di balik mereka?

Ada pepatah yang tak asing di telinga kita, di belakang tokoh mulia, pasti ada wanita yang mulia. Bagaimana Al Khansa, seorang ibu yang mulia, mengantarkan keempat puteranya menjadi seorang mujahid sejati? Sekelumit kisah beliau

Dialah al-Khansa’Al Khansa adalah julukan seorang wanita yang bernama Tumazhir binti ‘Amru bin Sulami. Lafazh al-Khansa’ (muannats) diambil dari kata kha-na-sa (al-Khanas), artinya hidung yang pipih, dan agak menungging ke atas. Jadi,al-Khansa’adalah julukan bagi wanita,  wanita Arab pertama yang jago bersyair.

Para sejarawan sepakat bahwa sejarah tak pernah mengenal wanita yang lebih jago bersyair dari pada al-Khansa’, sebelum maupun sepeninggal dirinya. Konon mulanya ia tak pandai bersyair, ia hanya bisa melantunkan dua atau tiga bait saja.Namun di zaman jahiliyah, tatkala saudara kandungnya yang bernama Mu’awiyah bin Amru as -Sulami terbunuh, ia meratapi kematiannya dalam beberapa bait syair. Lalu menyusullah saudara seayahnya yang terbunuh pula, namanya Shakhr.Konon al-Khansa’ amat mencintai saudaranya yang satu ini, karena ia amat penyabar, penyantun, dan penuh perhatian terhadap keluarga.

Kematiannya menyebabkannya sangat terpukul, lalu muncullah bakat bersyairnya yang selama ini terpendam.Dan mulailah ia melantunkan bait demi baik meratapi kematian saudaranya. Semenjak itulah ia mulai banyak bersyair dan syairnya semakin indah. Tatkala mendengar dakwah Islam, al-Khansa’ datang bersama kaumnya —Bani Sulaim— menghadap Rasulullah dan menyatakan keislaman mereka. Ahli-ahli sejarah menceritakan bahwa pernah suatu ketika Rasulullah menyuruhnya melantunkan syair, kemudian karena kagum keindahan syairnya, beliau mengatakan, “Ayo teruskan, tambah lagi syairnya, wahai Khansa’!” sambil mengisyaratkan dengan telunjuk beliau.

Wasiat al-Khansa’ Bagi Keempat Anaknya Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa al-Khansa’ dan keempat putranya ikut serta dalam perang al-Qadisiyyah, Nama sebuah daerah yang terletak sekitar 45 Mil dari Kufah, Iraq. Di daerah inilah terjadi pertempuran hebat antara kaum muslimin melawan tentara Persia, di zaman kekhalifahan Umar bin Khatthab pada tahun 16 H.

Menjelang malam pertama mereka di al-Qadisiyyah, al-Khansa berwasiat kepada putera-puteranya,“Wahai anak-anakku, kalian telah masuk Islam dengan taat dan berhijrah dengan penuh kerelaan. Demi Allah yang tiada ilah yang haqq selain Dia. kalian adalah putera dari laki-laki yang satu sebagaimana kalian juga putera dari wanita yang satu. Aku tak pernah mengkhianati ayah kalian, tak pernah mempermalukan khal, Khal artinya paman dari jalur ibu (saudara lelaki ibu) kalian, tak pernah mempermalukan nenek moyang kalian, dan tak pernah menyamarkan nasab kalian.

Kalian semua tahu betapa besar pahala yang Allah siapkan bagi orang-orang yang beriman ketika berjihad melawan orang-orang kafir. Ketahuilah bahwa negeri akhirat yang kekal jauh lebih baik dari negeri dunia yang fana. Allah Azza wa Jalla berfirman,“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Qs. Ali Imran: 200).Andaikata esok kalian masih diberi kesehatan oleh Allah, maka perangilah musuh kalian dengan gagah berani, mintalah kemenangan atas musuhmu dari Ilahi.Apabila pertempuran mulai sengit dan api peperangan mulai menyala, terjunlah kalian ke jantung musuh, habisilah pemimpin mereka saat perang tengah berkecamuk, mudah-mudahan kalian meraih ghanimah dan kemuliaan di negeri yang kekal dan penuh kenikmatan.”Kepahlawanan Keempat Anaknya Terdorong oleh nasihat ibunya, keempat puteranya tampil dengan gagah berani.

Mereka bangkit demi mewujudkan impian sang ibunda. Dan tatkala fajar menyingsing, majulah keempat puteranya menuju kamp-kamp musuh.Sesaat kemudian, dengan pedang terhunus anak pertama memulai serangannya sambil bersyair,Saudaraku, ingatlah pesan ibumu tatkala ia menasehatimu di waktu malam..Nasehatnya sungguh jelas dan tegas, “Majulah dengan geram dan wajah muram!” Yang kalian hadapi nanti hanyalah anjing-anjing Sasan, Mereka telah yakin akan kehancurannya, maka pilihlah antara kehidupan yang tenteram atau kematian yang penuh keberuntunganIbarat anak panah, anak pertama melesat ke tengah-tengah musuh dan berperang mati-matian hingga akhirnya gugur. Semoga Allah merahmatinya.

Berikutnya, giliran yang kedua maju menyerang sembari melantunkan,Ibunda adalah wanita yang hebat dan tabah, pendapatnya sungguh tepat dan bijaksanaIa perintahkan kita dengan penuh bijaksana, sebagai nasihat yang tulus bagi puteranyaMajulah tanpa pusingkan jumlah mereka dan raihlah kemenangan yang nyata Atau kematian yang sungguh mulia di jannatul Firdaus yang kekal selamanyaKemudian ia bertempur hingga titik darah yang penghabisan menyusul saudaranya ke alam baka. Semoga Allah merahmatinya.

Lalu yang ketiga ambil bagian. Ia maju mengikuti jejak saudaranya, seraya bersyair,Demi Allah, takkan kudurhakai perintah ibu, perintah yang sarat dengan rasa kasih sayang Sebagai kebaktian nan tulus dan kejujuran maka majulah dengan gagah ke medan perang..hingga pasukan Kisra terpukul mundur atau biarkan mereka tahu, bagaimana cara berjuang Janganlah mundur karena itu tanda kelemahan raihlah kemenangan meski maut menghadangKemudian ia terus bertempur hingga mati terbunuh. Semoga Allah merahmatinya

Lalu tibalah giliran anak terakhir yang menyerang. Ia maju seraya melantunkan,Aku bukanlah anak si Khansa’ maupun Akhram tidak juga Umar atau leluhur yang mulia,Jika aku tak menghalau pasukan Ajam, melawan bahaya dan menyibak barisan tentaraDemi kemenangan yang menanti, dan kejayaan ataulah kematian, di jalan yang lebih muliaLalu ia pun bertempur habis-habisan hingga gugur, Semoga Allah meridhainya beserta ketiga saudaranya.

Tatkala berita gugurnya keempat anaknya tadi sampai telinga al-Khansa’, ia hanya tabah sembari mengatakan “Segala puji bagi Allah yang memuliakanku dengan kematian mereka. Aku berharap kepada-Nya agar mengumpulkanku bersama mereka dalam naungan rahmat-Nya.”

baru saja mendapat pelajaran berharga lagibahwa sebenarnya kondisi pikiran dan jiwa kita berada di bawah kendali apakah yang mengendalikannya nafsu atau hati semua tergantung kesadaran dan 'amal yang kita lakukan dan ternyata kondisi hati kita pun dipengauhi oleh apa yang masuk ke dalam perut kita, apa yang masuk ke penglihatan kita, dan apa yang masuk ke telinga kita

Subhanallah, betapa hidupnya seorang muslim harus selalu sadar dan waspada, sebab syaithan senantiasa mengintai untuk dapat masuk dan membisikkan keburukan serta membujuk berbuat dosa dan maksiat,

betapa kita amat sangat membutuhkan Allah untuk bisa senantiasa istiqomah dan selamat dari bujuk rayu dan godaan syaithan, sebab hanya Allah yang dapat memberi perlindungan terbaik agar kita mampu bertahan untuk selalu menjadi yang terbaik di hadapan-Nya di manapun, kapanpun, dan dalam kondisi seperti apapun

 

betapa sulitnya menjaga kesadaran dan 'amal untuk selalu menjadi yang terbaik di hadapan Allahkarena kebodohan atau ketidak tahuan kita atas amal-amal yang terbaik yang paling Allah sukai,maupun karena ketidakmampuan mengalahkan dorongan nafsu dan syahwat namun, di sanalah letak ujiannyadan Allah selalu memberi pertolongan dengan ilmu, kesabaran, kekuatan, dan keteguhan hati bagi orang-orang yang sungguh-sungguh berusaha untuk menjadi yang terbaik di hadapan-Nya

Ya Allah.. berikan kami kemampuan dan kemudahan untuk dapat selalu berusaha dan selalu istiqomah mempersembahkan amalan terbaik, pikiran terbaik, dan jiwa terbaik kami untuk-Mu, hanya kepada-Mu dan hanya karena-Mu,aamiin
 
Dikutip dari buku Ibunda Para Ulama

Selasa, 12 April 2016

Someone that I Love

Bismillah

Dua orang yang sangat aku hargai...
Dua orang yang sangat aku hormati...
Aku cintai dan aku sangat sayangi...
Mereka Ummi dan Abi




Ummi,
Yang telah mengandungku selama 9 bulan...
Yang sudah memperjuangkan hidup matinya...
Hingga aku dapat hadir di dunia ini...

Ummi,
Yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayangnya...
Yang tidak pernah mengeluh ketika merawatku


Ummi itu hebat, ummi gak pernah lelah untuk membahagiakan anaknya
Ummi yang paling sering mengingatkan aku untuk segera sholat
Ummi, aku tahu kebahagiaanmu adalah ketika melihatku bahagia. Aku akan selalu bahagia kalau ummi berada disamping aku
Ummi, aku rindu akan pelukanmu yang dapat menghangatkan jiwa dan ragaku
Ummi, aku sangat mencintaimu. Namun apa daya jika bibirku ini tak kuasa untuk mengucapkannya langsung kepadamu. Semoga setiap doaku terbalas untuk mengampuni segala dosamu

Keberuntungan terbesarku adalah dapat terlahir dalam rahimmu ummi, cinta dan perjuanganmu dalm membesarkanku tak akan tergantikan
 
Abi,
Yang telah mendidikku...
Yang rela banting tulang untuk menyekolahkanku di sekolah terbaik
Ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup

Abi aku tahu kau menyayangi kami, namun kaupun harus tahu bahkan kami sangat menyayangimu
Tidak terbayang jika kau pergi meninggalkanku, pergi dan takkan pernah kembali :’(
Mungkin jiwa ini serasa takkan sadarkan diri jika itu terjadi,
Abi tinggallah terus bersamaku dan tetaplah disampingku menjagaku

Ya Allah.. Terima kasih untuk rezeki yang Engkau beri kepada Abi ku agar ia dapat memenuhi tanggung jawabnya sebagai pemimpin

Detik demi detik...
Hari demi hari...
Bahkan tahun demi tahun…
Apakah yang dapat kulakukan untuk membalas mereka...???

Sering aku tutup telinga tidak mau mendengar nasehat mereka...
Sering kali aku bohong sama mereka hanya untuk kesenanganku...
Sering aku melawan jika mereka marah karena kenakalanku...

Mereka dengan tulus memafkan kesalahanku...
Mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka...
Bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap Doa-doanya...
Hingga aku menjadi seperti sekarang ini...

Jazakillah Ummi..


Jazakillah Abi..
Aku sayang Umi dan Abi sampai akhir hayat menjemputku
Ya Allah..
Sadarkan aku untuk pandai membahagiakan Ummi dan Abi
Ajarkan aku untuk pandai menghormati dan mensyukuri cinta Abi dan Ummi yang terkadang aku sering abaikan
Selimuti selalu Abi dan Ummi aku dengan KemuliaanMu
            
Ya Allah...
Rendahkanlah suaraku bagi mereka...
Perindahlah ucapanku di depan mereka...
Lembutkan hatiku untuk mereka...


Ya Allah...
Berilah mereka balasan yang sebaik - baiknya...
Atas didikan mereka kepadaku...
Pahala yang besar...
Atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku...
Peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku...

Ya Allah...
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan...
Kesusahan yang mereka deritakan karena aku...
Maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya dosa - dosa mereka...
Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya ALLAH...
Ya Allah...
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku...
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku...
Tetapi jika sebaliknya...
Maka izinkanlah aku memberi syafa'at untuk mereka...
Sehingga kami semua berkumpul bersama disyurgaMu kelak

Aamin ya Rabbal’Alamin

How about "Akhwat Sejati'?

Bismillahirrahmanirrahim

  

Dalam rangka program perbaikan diri terus menerus, maka karena saya seorang mar'ah atau perempuan, dan seorang muslimah, maka saya menganggap sangat baik untuk mengevaluasi diri dengan memakai beberapa indikator di bawah ini, meskipun sangat sempurna tapi da yang namanya indikator harus sesempurna mungkin agar ia layak disebut sebagai indicator. Semoga saya, dan ukhti ukhti muslimah semua dapat berusaha selalu menjadi muslimah sholihah kesayangan Allah, Aamiin

Suatu ketika, seorang santri ikhwan bertanya pada Ustadznya: Ya Ustadz, Ceritakan Kepadaku Tentang Akhwat Sejati…Sang Ustadz pun tersenyum dan menjawab…
Akhwat Sejati bukan hanya dilihat dari sekedar jilbabnya yang lebar, tetapi dari bagaimana ia menjaga pandangan mata (ghodhul bashor), sikap, akhlak, kehormatan dan kemurnian Islamnya…
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari kelembutan suaranya, tetapi dari lantangnya ia mengatakan kebenaran di hadapan laki-laki bukan mahromnya…


Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya dengan anak-anaknya, keluarga dekatnya, para jama’ah, para tetangga dan orang2 di sekitarnya...

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati di tempat ia bekerja tetapi bagaimana ia dihormati di dalam rumah tangganya…

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia pintar berhias dan memasak masakan yang enak-enak, tapi bagaimana ia bisa faham dan mengerti selera dan variasi makan suami dan anak-anaknya yang sebenarnya tidak rewel, pintar mengatur cash flow finansial keluarga, mengerti bagaimana berpenampilan menarik di hadapan suami dan selalu merasa cukup (qona’ah) dengan segala pemberian dari sang suami disaat sang suami di saat lapang maupun di saat sempit.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang cantik, tetapi dari bagaimana ia bermurah senyum dan sejuk jika dilihat di hadapan suaminya dengan sepenuh hati tanpa dibuat-buat/dipaksakan.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang mencoba ber-ta’aruf kepadanya, tetapi dari komitmennya untuk mengatakan bahwa sesungguhnya “Tidak ada kata CINTA” sebelum menikah.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari gelar sabuk hitam dalam olahraga beladirinya, tetapi dari sabarnya ia menghadapi lika-liku kehidupan…

Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sekedar banyaknya ia menghafal Al-Qur’an, tetapi dari pemahaman ia atas apa yang ia baca/hafal untuk kemudian ia amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sang santri masih penasaran, kemudian santri itu bertanya : ya ustadz, apakah akhwat sejati itu ada? lalu bagaimana cara mendapatkan akhwat sejati itu?

Sang Ustadz kembali tersenyum dan berkata: “Akhwat seperti itu ada, tapi LANGKA. 
Sekalipun ada, biasanya ia memiliki karakter khas antara lain; Sangat mencintai Alloh dan Rosul-Nya melebihi apapun, tidak lepas dari dunia da’wah (minimal di lingkungan sekitar tempat tinggalnya), hidup berjamaah tapi tidak dikenal ‘ashobiyah, tidak ingin dikenal-kecuali diminta/didesak oleh jama’ah (masyarakat), dari keturunan orang-orang yang sholih/sholihat,berasal dari lingkungan yang sangat terpelihara, punya amalan ibadah harian, pekanan dan bulanan di atas rata-rata orang kebanyakan, 
hidupnya sederhana namun tetap menarik dan bermanfaat buat orang lain, dikenal sebagai tetangga yang baik hati, sangat berbakti terhadap orang tua, sangat hormat kepada yang lebih tua dan sangat sayang terhadap yang lebih muda, sangat disiplin dengan sholat fardunya, rajin shoum sunnah dan qiyamullail dan atau bisa jadi amalan ibadah terbaiknya disembunyikan dari mata orang-orang yang mengenalnya, rajin memperbaiki istighfarnya (taubatan nashuha), rajin mendoakan saudara-saudaranya terutama yang sedang dalam keadaan kesulitan atau sedang terdzolimi secara terang-terangan/tersembunyi, rajin bersilaturahim, 
rajin menuntut ilmu-mengaji- (terutama yang syar’i)/minimal rajin hadir di majlis ilmu dan mendengarkannya, senantiasa menambah/memperbaiki ilmunya dan menyampaikan semua ilmu yang ia ketahui setelah terlebih dahulu ia mengamalkannya, rajin membaca/menghafal Al Qur’an atau hadits dan buku-buku yang bermanfaat pintar/kuat hafalannya, sangat selektif soal makanan/minuman yang ia konsumsi, sangat perhatian terhadap kebersihan dan sangat disiplin sekali soal thoharah, sangat terjaga dari soal-soal ikhtilat apalagi ber-khalwat, jauh dari gosip-menggosip, lisan dan semua perbuatannya senantiasa terjaga dari hal-hal yang sia-sia, zuhud, istiqomah, tegar, tidak takut/ bersedih hati hingga berlarut-larut melainkan sebentar (wajar), 
pandai menghibur dan pandai menutupi aib/kekurangan dirinya dan orang-orang yang ia kenal, mudah memaafkan kesalahan/kekeliruan orang lain tanpa diminta dan tanpa dendam, ringan tangan untuk membantu sesama, mudah berinfak (bershodaqoh), ikhlas, jauh dari riya’, ujub, muhabahat, takabur dan tidak emosional, cukup sensitif tapi tidak terlalu sensitif (tidak mudah tersinggung), 
selalu berbuat ihsan dan muroqobatulloh (selalu merasa dekat dan selalu merasa diawasi oleh Alloh baik di saat ramai maupun di saat sendirian), selalu ber-husnudzon kepada setiap orang, benar-benar berkarakter jujur (shiddiiq), amanah dan selalu menyampaikan yang haq dengan caranya yang terbaik (tabligh), 
pantang mengeluh/berkeluh kesah, sangat dewasa dalam menyikapi problematika kehidupan, mandiri, selalu optimis, terlihat selalu gembira dan menentramkan, hari-harinya tidak lepas dari perhitungan (muhasabah) bahwa hari ini selalu ia usahakan lebih baik daripada kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini, dan senantiasa pandai bersyukur atas segala ni’mat (takdir baik) serta senantiasa sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan (takdir buruk) dalam segala keadaan. 

Si Murid rupa-rupanya masih penasaran, dan bertanya kembali kepada Sang Ustadz. “Ya Ustadz, adakah cara yang paling mudah untuk mendapatkannya? atau minimal bisa mendapatkan seorang Akhwat yang mendekati profil Akhwat Sejati?? 

Sang Ustadz pun dengan bijak segera menjawabnya: “Ada, jika antum ingin mendapatkan Akhwat Sejati nan benar-benar sholihah sebagai teman hidup maka SHOLIHKAN DAHULU DIRI ANTUM…!! Karena Insyaa’ Alloh akhwat yang sholihah adalah pada dasarnya juga untuk ikhwan yang sholih…
 
Sumber : Mimbar Dakwah Islam
 

Kamis, 07 April 2016

Ahlan Wa Sahlan

Assalamualaikum warahmatullah..

Di blog ini saya akan nge share berbagai informasi dan pengalaman yang insyaAllah bermanfaat bagi para pembaca. Semoga anda menikmati post-an saya dan akan menjadi pembaca setia blog saya :D. Jazakillah :)