This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

The Hunger Games 32x32 Logo

Rabu, 25 Mei 2016

5 Kelebihan Akhwat Yang Dijadikan Senjata Oleh Syaitan Untuk Melemahkan Ikhwan

Bismillahirrahmanirrahim . ..
Akhwat adalah sosok yang sangatlah unik. Berbeda. Dan memiliki keistimewaan tersendiri. Islam bahkan memandang akhwat adalah sosok yang sangat spesial dan bahkan memberikan satu surat dalam Al-Quran untuk akhwat. An-Nisa. Rasulullah pun berkata bahwa sosok yang harus kita cintai setelah Allah SWT dan Rasulullah adalah : Ibu, Ibu, Ibu, barulah Ayah. Itu menunjukkan apresiasi yang sangat tinggi yang diberikan oleh islam kepada Akhwat. (Tapi orang barat suka bilang kalo islam itu melecehkan wanita.. Nah lho.. Mereka tidak melihat fakta kali ye… hehehe)


 Namun Akhi, Ukhti, akhwat seringkali dibuat sebagai senjata yang Maha Dahsyat oleh Syaitan Laknatullah untuk meluluhkan kehebatan iman seorang ikhwan. Ya, tidak dipungkiri, salah satu jalan utama syaitan untuk merasuk ke dalam dada seorang ikhwan adalah melalui akhwat itu tadi. Dalam sejarah, syaitan mengakui kepada Nabi Musa AS bahwa jalur utama syaitan dalam merasuk dan memperdaya manusia ada 3 : ketika Shalat, ketika marah, dan melalui akhwat.

 Kali ini Insya Allah saya akan mengulas hasil rangkuman beberapa ulama mengenai kekuatan akhwat yang dijadikan senjata oleh syaitan untuk meluluhlantakkan hati seorang ikhwan. Tapi maaf sebelumnya, bukan bermaksud untuk memojokkan akhwat dan meninggikan ikhwan. Tapi hanya bermaksud untuk saling mengingatkan. Karena, kalau hanya salah satu antara ikhwan atau akhwat saja yang menjaga hatinya, maka syaitan akan tetap mudah untuk masuk. Tapi  kalau kita sama-sama menjaga hati, Insya Allah akan lebih baik bagi kita semua. Betul betul betul ?

 Karena ingat, ketika syaitan sudah tidak mampu menyesatkan kita dengan keburukan, maka dia akan menyesatkan kita dengan kebaikan. Paham kan? Syaitan tidak akan pernah rela jika kita sebagai manusia mampu melenggang mulus dan melakukan kebaikan tanpa dia ganggu. Naudzubillahi min dzalik.

 Lantas apa kekuatan akhwat?


 1. Air Mata.

 Air mata akhwat adalah sesuatu yang seringkali digunakan syaitan untuk meluluhkan hati seorang ikhwan. Air mata jelas sekali mampu meluluhkan hati seorang ikhwan. Jangankan ikhwan biasa yang masih belajar tentang prinsip-prinsip kehidupan. Seorang Umar bin Khattab RA yang ketika itu masih kafir dan memegang teguh prinsipnya pun diluluhkan oleh tangis adiknya hingga masuk islam dan menjadi salah satu khalifah terkuat pada masa kejayaan islam di dunia. Masih ingat kan kisahnya..?

 So, gimana? Buat akhwat, afwan, bisa lebih berhati-hati lagi dalam mengeluarkan air mata. Apalagi ketika sudah ada ikhwan yang bukan muhrim, ada di sekitar anti. Apalagi kalau si ikhwannya ada perasaan sama akhwat. Wah, gawat tuh. Bisa-bisa Syaitan terbahak dan bertepuk tangan karena kelakuan kita itu. Naudzubillahi min dzalik.

 Menangis adalah muara dari perasaan. Jikalau terlalu senang, kita bisa menangis. Jikalau terlalu sedih pun demikian. Jikalau sangat marah, kita juga mengeluarkan bulir-bulir air mata. Dan itu semua fitrah. Hanya saja, ketika ada sesuatu yang tidak tepat pada tempatnya, baik tidak disengaja apalagi kalau sengaja, akan menjadi senjata yang kuat bagi syaitan laknatullah.

 Buat ikhwan, lebih waspada lagi sama syaitan..! Salah satunya lewat akhwat ini. Coba aja bayangin, kalau ada akhwat memohon sesuatu ke kita, sampe mengeluarkan air mata. Gimana sikap kita? Itu yang harus kita manage dengan sebaik mungkin. Tentu dengan manajemen hati yang tepat.

 2. Senyuman.

 Senyuman akhwat itu salah satu yang sangat mudah dijadikan oleh syaitan dalam memperdaya ataupun melelehkan hati seorang ikhwan. Apalagi kalau si akhwat yang sudah punya satu fikroh. Tentu akan sangat meluluhkan hati seorang ikhwan.

 Lantas bagaimana? Allah telah jelas dan tegas memerintahkan kita dalam surah An-Nur ayat ke 30 hingga ke 31. Ayatnya yang berbunyi : “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya…” dan ayat ke 31 juga yang berbunyi “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya….” menunjukkan solusi yang seharusnya kita lakukan bersama. Para ikhwan maupun akhwat sudah selayaknya menjaga pandangan mereka.

 Ustadz saya bilang, kalau kita berbicara dengan lawan jenis sebaiknya tidak melihat langsung kepada wajahnya. Lihatlah beberapa senti di sampingnya. Senyum akhwat kalau sudah tertangkap oleh mata seorang ikhwan, weish… Bisa bahaya tuh.

 3. Tutur kata

 Akhwat itu memiliki jenis suara yang berbeda dengan ikhwan. Jenis suara akhwat itu lebih lembut dan tinggi daripada ikhwan. Kalau ikhwan, lebih nge-bass dan lebih rendah. Ternyata itu juga dijadikan senjata oleh syaitan untuk memperdaya ikhwan. Apalagi kalau si akhwatnya itu juga pakai intonasi yang sengaja di’naik-turun’kan. Memberi nada centil. Wah, udah bahaya itu. Hati ikhwan bisa berdesir mendengarnya.

 Lantas bagaimana lagi? Untuk akhwat, berbicaralah yang tegas! Tidak menimbulkan kesan yang manja atau gimanaaa gitu.. (ngerti kan? Hehe..) Berbicaralah dengan retorika yang tegas dan seperlunya saja. Rasulullah SAW juga memerintahkan kita untuk berbicara yang benar, atau diam! Benar kan?

 Suara akhwat itu sangat dilindungi dan dihargai oleh Islam. Bahkan ada beberapa ulama yang mengatakan bahwa nasyid akhwat itu tidak baik didengar oleh ikhwan. Karena, getaran suaranya itu besar kemungkinan dapat menimbulkan perasaan yang berbeda di hati ikhwan. Waduhh….

Ikhwan, jangan sok kasih perhatian. Jangan malah memancing akhwat untuk bersuara seperti yang dimaksudkan tadi. Ya, berhati-hatilah dalam mengolah hati. Berhati-hatilah dalam memberikan perhatian.

 4. Berhias

 Banyak perdebatan di sini. Tapi ternyata berbahaya juga lho. Salah satunya bagi akhwat yang memakai parfum atau wewangian. Rasulullah berkata bahwa barang siapa akhwat (wanita) yang memakai wewangian kemudian dia berjalan di depan seorang ikhwan (laki-laki) sehingga sang ikhwan mencium wewangian tersebut, maka sang akhwat dianggap pezina. Naudzubillahi min dzalik..

 Yang masih jadi perdebatan itu tentang celak yang seringkali digunakan akhwat. Apakah itu termasuk berhias yang berlebihan? Menurut ustadz saya sih, katanya yang namanya celak itu pada umumnya pada zaman Rasulullah dipakai untuk ikhwan. Bukan akhwat. Adapun akhwat-akhwat muslimah yang memakai celak itu hanya bagi suami-suami mereka, ketika suami mereka baru pulang dari peperangan atau dari mencari nafkah bagi keluarga. Nah, kalau itu mah beda lagi. Kalau sama suami, Insya Allah halal. Malah jadi pahala bagi sang akhwat. Jadi, celak yang digunakan tersebut kurang pas kalau dipakai sama akhwat-akhwat di luar rumah. Apalagi kalau sengaja berniat berhias diri. Naudzubillahi min dzalik…


5. Kecerdasan

 Nah, ini yang paling berbahaya atau paling sulit untuk dihindari. Akhwat yang cerdas seringkali dijadikan senjata yang sangat ampuh untuk meluluhkan hati seorang ikhwan. Seringkali ikhwan tidak melihat paras atau rupa dari si akhwat. Tapi kecerdasannya. Retorika berbicara serta bobot yang dia bicarakan. Apalagi kalau sudah satu fikrah, satu persepsi fikiran yang sama. Makanya, syaitan paling sering memakai kelebihan akhwat yang satu ini.

 Jalan keluarnya bagaimana? Untuk keseluruhan, sebenarnya hanya ada dua intinya. Sang ikhwan harus menjaga diri serta hati mereka, dan sang akhwat juga demikian. Ketika diri telah dibersihkan dan hati telah disucikan, Insya Allah tidak syaitan juga akan kelelahan menggoda kita. Jangan lupa fasilitas istighfar yang diciptakan Allah untuk kita semua umat muslim. Selalu beristighfar setiap waktu. Ingat Allah setiap waktu.

 Semoga dengan itu kita mampu menghindarkan diri dari godaan syaitan laknatullah. Insya Allah…

Nah, itu dia akhi, ukhti, rangkuman dari pendapat beberapa ulama mengenai akhwat dan ikhwan dan syaitan ketika telah berada di antaranya. Semoga bermanfaat ya..!


(Sumber : http://marimengenalwanita.blogspot.com)

KEAJAIBAN TASBIH DAN DZIKIR

                                                           Keajaiban tasbih dan dzikir

               Baginda Rasulullah saw bersabda : "siapa bertasbih kepada Allah sebanyak 33 kali setiap selesai shalat; bertahmid pada Allah sebanyak 33kali; dan bertakbir kepada Allah 33kali; maka totalnya 99kali. Kemudian digenapkan menjadi 100 dengan bacaan Laa ilaha illa Allah wahdahu laa syariika lah lahu al-mulk wa lahu al-hamd wa hua 'ala kulli syay'in qadir,
maka Allah akan mengampuni semua kesalahan-kesalahannya, meskipun sebanyak buih di lautan" (Abu Hurairah, shahih muslim, kitab al-masajid no.146)


                 Alkisah Ibn 'Abbas r.a. menuturkan,
"Ketika Allah SWT menciptakan Arasy, Allah memerintahkan para malaikat pemikul Arasy agar memikil Arasy tersebut. Lalu mereka merasa berat memikulnya, Maka Allah berfirman, "Bacalah, subhanallah," para malaikat pun membaca subhanallah, hingga mereka merasa ringan memikul Arasy. Malaikat-malaikat terus membaca subhan Allah sepanjang masa sampai Allah menciptakan Nabi Adam as. Ketika Nabi Adam as bersin, Allah mengilhami kepadanya agar membaca Al-hamdulillah. Maka Allah berfirman, "Yarhamuk rabbuk (semiga Allah memberkatimu). Karena itulah Aku menciptakanmu, wahai Adam".
Para malaikat berkata, ini adalah kalimat kedua yang Agung, dan kami tidak boleh melupakan kalimat ini. Mereka menyambungkan kalimat tersebut dengan kalimat pertama sehingga sepanjang masa malaikat membaca, "Subhanallah wal hamdu lillah". Malaikat-malaikat terus membaca kalimat tersebut sampai Allah mengutus Nabi Nuh as.
Dalam sejarah disebutkan bahwa kaum Nabi Nuh as adalah orang pertama yang menjadikan berhala sebagai sesembahan. Lalu Allah mewahyukan kepada Nabi Nuh as agar ia menyuruh kaumnya untuk mengatakan "Laa Ila ha Illallah", hingga Allah meridhai mereka.
Malaikat berkata, Ini adalah kalimat ketiga yang agung yang kami gabungkan dengan dua kalimat sebelumnya. Mereka pun mulai membaca, "Subhanallah Walhamdulillah Wala Ilaha Illallah". Kalimat ini terus diucapkan para malaikat sampai Allah mengutus Nabi Ibrahim as.
Allah memerintahkan Nabi Ibrahim as agar mengurbankan anak kesayangannya, Ismail.
                  Kemudian Allah menggantikannya dengan seekor domba. Ketika Nabi Ibrahim as melihat domba itu ia berkata, "Allahu Akbar", sebagai luapan kegembiraannya.
Malaikat berkata, ini adalah kalimat keempat yang agung. Kami akan menggabungkannya dengan ketiga kalimat sebelimnya, Akhirnya para malaikat itu mulai membaca "Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillallah Wallahu Akbar".
Waktu malaikat Jibril menceritakan hal ini kepada Rasulullah salallahu alaihi wassalam, maka karena kekagumannya, berilau berkata "La hawla wala quwwata illa billahi'l-'Aliyyi'l-Adhim" Maka, Jibril berkata, Ini adalah kalimat penutup dari empat kalimat agung sebelumnya.
Diriwayatkan bahwa Nabi Musa as berkata, "Wahai Tuhanku, bagaimana saya dapat membedakan antara orang yang Engkau cintai dan orang yang Engkau benci?"
Allah menjawab, "Hai Musa, sesungguhnya jika Aku mencintai seorang hamba, maka Aku akan menjadikan dua tanda kepadanya"
Musa bertanya, "Wahai Tuhanku, apa kedua tanda itu?" Allah menjawab,
"Aku akan mengilhami kepadanya agar ia bedzikir kepada-Ku, agar Aku dapat menyebutnya di kerajaan-Ku, agar ia tidak terjerumus ke dalam azab dan siksa-Ku".
" Hai Musa, jika Aku membenci seorang hamba, maka aku akan menjadikan dua tanda kepadanya."
Musa bertanya, "Wahai Tuhanku, apa kedua tanda itu?" Allah menjawab,
"Aku akan melupakannya berdzikir kepada-Ku dan Aku akan melepaskan ikatan antara dirinya dan jiwanya, agar dia terjerumus ke dalam lautan murka-Ku sehingga ia merasa siksa-Ku".
Mu'adz ibn Jabal r.a. berpesan, "Tidak ada satu amalan pun yang dapat menyelamatkan manusia dari siksa Allah, selain zikir kepada Allah." Ditanyakan kepadanya, "Tidak juga jihad di Jalan Allah?" Mu'adz menjawab, "tidak juga jihad di jalan Allah. Bukankah Allah telah berfirman, "...dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah–ibadah lainnya (al_ankabut 45)
Sebagian ahli hikmah berkata, "sesungguhnya Allah memiliki surga di dunia. Siapa yang memasukinya maka kehidupannya menjadi tentram. Ditanyakan, Apa surga itu?. Dijawab "Majelis dzikir".
                 Sebagian Ulama menyatakan, Jika penutup pahala amal-amal disingkapkan di hari kiamat, maka tida ada amalan yang lebih utama daripada dzikir. Maka berbahagialah kaum yang senang berdzikir. Malik ibn Dinar mengatakan, "siapa yang tidak merasakan kenikmatan bercakap-cakap dengan Allah dan menyenangi berbicara dengan makhluk, maka berarti orang itu sedikit amalnya, buta hatinya dan sia-sia umurnya. Ketahuilah ada lima kebaikan dalam dzikir kepada Allah, pertama dzikir dapat mendatangkan ridha Allah; kedua dzikir dapat menjaga dari setan; ketiga dzikir dapat melenturkan hati; keempat dzikir dapat menambah gairah ketaatan; kelima dzikir dapat mencegah dari perbuatan-perbuatan maksiat"
Abu laits, seorang ahli fikih menuturkan "Ketahuilah dzikir adalah ibadah yang paling utama. Karena Allah menetapkan batas-batas dan waktu-waktu tertentu untuk semua ibadah. Namun Allah tidak membatasi dan menentukan dzikir hanya dalam waktu-waktu tertentu. Bahkan Allah memerintahkan untuk memperbanyak dzikir tanpa batas. Sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah, "Hai orang-orang yang berimanm berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-sebanyaknya (Al-Ahzab 41).
                   Maksudnya, berdzikir kepada Allah dalam semua keadaan. Dalam keadaan taat maka berdzikirlah dengan menerima ketaatan;; dalam keadaan maksiat berdzikirlah agar mendapatkan petunjuk;dalam keadaan penuh nikmat maka berdzikirlah dengan memperbanyak syukur;dan dalam keadaan tertimpa bencana maka berdzikirlah dengan mempertebal kesabaran.
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..
Wallahu a'lam bish-shawab ...
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
# BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
# Sumber : (kitab) munyah al-waaizhin wa ghunyah al-muttaizhzhin, Judul terjemahan : 40 Nasihat langit Karya: Syekh Abd' Al-Hamid al-Anquri